Memiliki rambut yang tampak tipis, pipih, dan lepek sering kali menjadi penyebab utama kurangnya percaya diri seseorang dalam berpenampilan. Permasalahan rambut yang menempel lekat pada kulit kepala ini membuat wajah terlihat lebih lebar, lelah, dan kurang berkarakter. Banyak orang mendambakan tampilan rambut yang bervolume, yaitu kondisi ketika helaian rambut memiliki struktur bentukan yang mengembang alami, terangkat dari bagian akar, terasa tebal, serta fleksibel untuk ditata ke dalam berbagai gaya.
Munculnya masalah rambut lepek dan sulit bervolume ini umumnya dipicu oleh berbagai faktor harian. Penumpukan minyak alami (sebum) yang berlebihan di kulit kepala, kebiasaan mencuci rambut yang keliru, penggunaan produk pelembap yang terlalu pekat, hingga penumpukan sisa produk penata gaya sering kali menjadi penyebab utama helai rambut kehilangan bobot ringannya. Selain itu, faktor genetika berupa karakter rambut yang sangat halus (fine hair) serta potongan rambut yang terlalu berat di bagian bawah juga makin memperparah tampilan lepek tersebut.
Mengubah tekstur rambut yang tipis menjadi tampak lebih tebal dan bervolume sebenarnya tidak selalu memerlukan prosedur kimiawi yang mahal di salon kecantikan. Melalui pemahaman mendasar mengenai teknik pengangkatan akar (root lifting), pemilihan produk penata gaya bertekstur ringan, serta penyesuaian teknik pengeringan, Anda dapat menciptakan dimensi volume yang tahan lama. Artikel ini hadir untuk mengulas secara tuntas dan terperinci lima belas panduan praktis cara membuat rambut bervolume agar terlihat tebal, segar, dan sangat mudah untuk ditata sehari-hari.
Cara Membuat Rambut Bervolume
Menciptakan volume rambut yang kokoh dan tampak alami membutuhkan kombinasi antara teknik pembersihan yang tepat, manipulasi arah angin pengering, serta penggunaan produk penata gaya pendukung. Setiap tahapan berikut ini dirancang untuk saling melengkapi dalam mengembalikan elevasi alami pada mahkota kepala Anda.
1. Gunakan Sampo yang Sesuai untuk Menambah Volume
Langkah paling awal dalam membangun fondasi rambut bervolume dimulai dari pemilihan produk pembersih utama di kamar mandi. Banyak orang melakukan kesalahan dengan menggunakan sampo yang berlabel pelembap ekstra (ultra-moisturizing) atau sampo berbahan dasar minyak pekat. Produk jenis tersebut dirancang untuk melapisi batang rambut secara tebal, yang justru memberikan beban ekstra pada helaian rambut halus sehingga membuatnya tampak makin lepek dan menempel di kulit kepala.
Pilihlah produk pembersih yang secara khusus diformulasikan untuk menambah dimensi volume (volumizing shampoo atau thickening shampoo). Sampo jenis ini umumnya berbahan dasar ringan, bebas dari kandungan silikon tebal, serta dibekali dengan protein pelembut seperti keratin atau kolagen yang bertugas melapisi setiap helai rambut agar terasa lebih berisi. Fokuskan pembersihan hanya pada area kulit kepala dan akar rambut untuk mengangkat penumpukan minyak serta kotoran. Pembilasan yang bersih akan menyisakan akar rambut yang ringan dan siap diangkat ke atas.
2. Jangan Gunakan Conditioner Terlalu Banyak
Penggunaan pelembap seperti conditioner tetap diperlukan untuk menjaga kelenturan serta kehalusan tekstur ujung rambut, namun takarannya wajib dikontrol secara ketat. Kesalahan mengoleskan pelembap berlebihan, terutama hingga menyentuh area kulit kepala dan akar rambut, akan langsung melumasi folikel dan merobohkan volume dasar yang hendak dibangun.
Aplikasikan krim pelembap dalam jumlah secukupnya saja, yaitu berfokus dari pertengahan batang rambut hingga ke ujung terluar yang paling rentan mengalami kekeringan. Pastikan Anda menyisakan jarak setidaknya lima hingga delapan sentimeter dari area kulit kepala agar akar tidak terkena lapisan minyak pelembap. Pilihlah formula pelembap berbahan dasar air yang tergolong ringan (volumizing conditioner). Biarkan produk meresap selama dua menit, lalu bilas menggunakan air bersih hingga rasa licin benar-benar hilang dari jemari Anda.
3. Keringkan Rambut dengan Arah yang Tepat
Prosedur pengeringan awal menggunakan handuk atau hembusan angin alami memegang peranan penting dalam menentukan arah jatuh helaian rambut. Kebiasaan mengeringkan rambut dengan cara menekan atau menyisir lurus mengikuti arah gravitasi ke bawah hanya akan membiarkan akar rambut membeku dalam posisi memipih di atas kulit kepala.
Manipulasi arah akar dapat dilakukan sejak rambut masih dalam kondisi lembap. Keringkan rambut dengan cara membalikkan posisi kepala ke arah bawah (upside-down drying) atau mengusap helaian rambut ke arah yang berlawanan dengan garis belahan alaminya. Jika Anda biasa membelah rambut ke arah kanan, sisir dan dorong seluruh bagian rambut ke arah kiri saat dikeringkan. Teknik pembalikan arah ini memaksa akar rambut untuk membeku dalam kondisi berdiri terangkat, sehingga saat dikembalikan ke posisi semula, rambut akan langsung memiliki daya angkat volume yang signifikan.
4. Gunakan Hair Dryer untuk Mengangkat Akar Rambut
Peralatan pengering rambut elektrik (hair dryer) merupakan alat paling ampuh untuk menciptakan volume yang kokoh dan tahan lama. Banyak orang belum menyadari bahwa fungsi utama pengering rambut bukan sekadar membuang kebasahan air, melainkan mengubah dan mengunci struktur ikatan hidrogen di dalam serat rambut ke arah elevasi yang diinginkan.
Arahkan corong penembak angin (nozzle) tepat pada bagian bawah akar rambut sembari mengangkat helaiannya ke atas menggunakan bantuan jemari tangan atau sisir. Gunakan setelan suhu hangat sedang untuk mencairkan sifat kaku ikatan rambut, lalu dorong pangkal akar membentuk sudut sembilan puluh derajat dari permukaan kulit kepala. Setelah akar terangkat dan mengering, tekan tombol hembusan angin dingin (cool shot) selama beberapa detik untuk mendinginkan serta membekukan posisi elevasi akar tersebut secara permanen sebelum dilepaskan.
5. Gunakan Sisir untuk Membentuk Volume
Jemari tangan sangat fleksibel untuk merapikan helaian rambut, namun penggunaan sisir yang tepat akan memberikan kontrol presisi dalam memodelkan bentuk volume yang terstruktur. Dua jenis sisir yang paling direkomendasikan untuk mendampingi proses pembentukan volume adalah sisir rangka (skeleton brush) dan sisir bulat (round brush).
Sisir rangka dengan ventilasi udara di bagian belakangnya sangat ideal digunakan untuk mengangkat akar secara fleksibel karena aliran udara panas dari pengering rambut dapat menembus sela-sela gigi sisir secara cepat. Sementara itu, sisir bulat sangat ampuh untuk memberikan efek tekukan lengkungan yang halus pada batang rambut serta menciptakan volume puncak yang sangat tinggi. Selipkan sisir bulat di bawah bagian rambut yang dikerjakan, gulung atau angkat ke atas, lalu ikuti alurnya dengan hembusan angin pengering dari jarak aman.
6. Aplikasikan Pre-Styling Sebelum Menata Rambut
Tahapan persiapan sebelum mengoleskan produk penata gaya utama sering kali diabaikan, padahal langkah ini merupakan kunci rahasia untuk mempertahankan daya angkat volume sepanjang hari. Menggunakan produk pre-styling seperti sea salt spray, volumizing mousse, atau root-lifting spray berfungsi untuk memberikan tekstur kasar yang alami, melapisi batang rambut, serta menciptakan fondasi ketebalan awal.
Semprotkan cairan sea salt spray atau aplikasikan sedikit mousse secara merata ke seluruh sela-sela akar hingga batang rambut saat kondisinya masih sekitar tujuh puluh persen lembap. Kandungan garam mineral atau polimer ringan di dalam produk pre-styling akan menambahkan kerapatan visual pada setiap serat rambut, sehingga saat dikeringkan dengan hair dryer, rambut akan mengembang lebih mekar, tidak terasa licin, serta memiliki daya cengkeram yang kuat untuk menahan produk penataan selanjutnya.
Baca Juga: 12 Cara Pakai Hair Dryer Pria yang Benar
7. Gunakan Hair Powder atau Produk Volumizing
Bagi pemilik jenis rambut yang sangat halus, tipis, dan mudah lepek, penggunaan hair powder atau bedak penambah volume merupakan solusi instan yang sangat ajaib. Produk berbentuk serbuk halus ini mengandung zat mikro penyerap minyak yang bekerja mengikat kelembapan berlebih di area akar sekaligus menciptakan friksi antarserat rambut.
Penggunaan hair powder dilakukan dengan menaburkan serbuk secara tipis tepat pada area garis belahan akar rambut yang tampak memipih dalam kondisi kering. Setelah ditaburkan, usap dan pijat lembut kulit kepala menggunakan ujung jari untuk meratakan serbuknya. Efek friksi yang dihasilkan akan langsung mengangkat akar rambut ke atas secara dramatis, memberikan efek tekstur yang kasual, serta membuat tampilan rambut tampak dua kali lebih tebal secara seketika tanpa meninggalkan rasa lengket.
8. Pilih Hair Clay atau Wax dengan Hold yang Sesuai
Penggunaan produk penata gaya akhir (finishing product) difungsikan untuk menjaga kelestarian bentuk volume serta memberikan tekstur yang diinginkan. Namun, pemilihan jenis produk harus disesuaikan secara cermat dengan karakter berat dan tingkat kilaunya.
Hindari penggunaan produk penata gaya yang berat dan terlalu berkilau seperti pomade berbasis minyak (oil-based pomade) atau gel yang kental, karena bobot minyaknya akan langsung meruntuhkan ketinggian volume rambut Anda. Pilihlah produk berjenis hair clay atau matte wax yang memiliki daya genggam sedang hingga tinggi (medium to strong hold) dengan hasil akhir tanpa kilau (matte finish). Produk berbasis tanah liat mineral seperti bentonit ini sangat efektif menambah kepadatan tekstur tanpa memberikan beban bobot ekstra pada helaian rambut.
9. Hindari Menggunakan Produk Styling Terlalu Banyak
Banyak orang keliru menganggap bahwa semakin banyak produk penata gaya yang dioleskan ke kepala, maka tatanan rambut bervolume akan menjadi semakin kokoh dan tahan lama. Kenyataannya, penggunaan produk secara berlebihan justru menjadi bumerang utama yang merobohkan seluruh struktur volume yang telah dibangun.
Beban bahan kimia dan lilin yang terlalu tebal akan membuat helaian rambut terasa sangat berat, licin, dan runtuh kembali menempel pada kulit kepala akibat ketidakmampuan akar menopang bobot tersebut. Gunakan takaran awal yang sangat terbatas, yaitu seukuran biji jagung atau seujung ruas jari telunjuk. Ratakan produk pada telapak tangan hingga melunak dan transparan, lalu usapkan secara ringan pada permukaan dan ujung rambut. Ingatlah bahwa menambahkan sedikit produk secara bertahap jauh lebih aman daripada harus membuang tumpukan produk yang terlanjur membuat rambut menjadi lepek.
10. Gunakan Teknik Blow-Dry Sesuai Arah Rambut
Kerapian serta ketahanan daya angkat volume sangat bergantung pada seberapa presisi Anda mengarahkan aliran udara panas saat proses blow-dry. Selalu posisikan corong penembak angin (nozzle) alat pengering sejajar dengan alur kutikula rambut, tetapi doronglah arah hembusannya dari bawah ke atas pada area akar.
Untuk menciptakan volume depan pada gaya seperti quiff atau pompadour, dorong bagian akar poni ke arah atas dan sedikit membengkok ke belakang (over-direction). Tahan posisi dorongan tersebut menggunakan sisir sembari menyiramkan hembusan angin hangat selama beberapa detik. Setelah akar terasa mengering dan terbentuk lengkungannya, segera kunci dengan hembusan angin dingin. Teknik peniupan yang sejajar dan terarah ini akan mencegah rambut mengembang secara berantakan atau mekar liar (frizz).
11. Potong Rambut dengan Model yang Mendukung Volume
Struktur potongan rambut dari tukang potong atau barber langganan Anda memegang peranan sebesar lima puluh persen dalam menentukan apakah rambut Anda dapat bervolume atau tidak. Rambut yang dipotong terlalu panjang dan sama rata tanpa teknik penipisan (layering) akan memiliki bobot yang sangat berat di bagian bawah, yang secara otomatis menarik seluruh tatanan rambut jatuh ke bawah memipih.
Komunikasikan dengan pemotong rambut Anda untuk memberikan sentuhan tekstur atau lapisan berjenjang (layer/texturizing) pada bagian atas rambut. Teknik pemotongan layer membuang beban bobot yang berlebihan dari helaian rambut bagian atas, sehingga helaian yang lebih pendek dapat menopang helaian di atasnya untuk berdiri tegak. Potongan model seperti textured crop, layered quiff, atau undercut sangat direkomendasikan untuk memberikan dimensi ketebalan secara visual.
12. Hindari Rambut Terlalu Berminyak
Kelenjar sebasea di kulit kepala secara alami memproduksi minyak untuk menjaga kelembapan, namun kadar minyak yang terlalu berlebih merupakan musuh utama bagi tatanan rambut bervolume. Minyak alami memiliki konsistensi yang sangat licin dan berat, sehingga akan mengikat helaian rambut satu sama lain dan menariknya menempel rapat ke kulit kepala.
Jaga kebersihan kulit kepala Anda dengan mencuci rambut secara teratur sesuai tingkat aktivitas harian. Jika Anda berada dalam situasi darurat di mana rambut mulai tampak berminyak tetapi belum sempat keramas, manfaatkan penggunaan dry shampoo atau sampo kering. Semprotkan dry shampoo pada area akar yang berminyak dari jarak lima belas sentimeter, biarkan serbuk pati jagungnya menyerap minyak selama satu menit, lalu usap dan sisir rambut hingga bersih. Rambut akan kembali terasa segar, ringan, dan bervolume seketika.
13. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Alat Styling Bersuhu Tinggi
Meskipun penggunaan hair dryer atau alat pelurus rambut sangat efektif dalam menciptakan volume, pemaparan suhu panas secara terus-menerus tanpa jeda dapat merusak kesehatan serat rambut jangka panjang. Panas ekstrem yang berlebihan akan menguapkan cadangan air internal di dalam korteks, membuat jaringan keratin pecah, serta menyebabkan rambut menjadi sangat rapuh, kering, dan bercabang.
Rambut yang telah mengalami kerusakan parah akibat suhu panas akan kehilangan elastisitas alaminya, berubah kaku bagaikan jerami, dan justru makin sulit untuk diatur bervolume. Berikan jeda istirahat bagi rambut Anda beberapa hari dalam seminggu dari penggunaan alat pemanas. Saat harus menggunakan alat pemanas, selalu pastikan Anda mengoleskan atau menyemprotkan cairan pelindung panas (heat protectant spray) terlebih dahulu, serta batasi suhu alat pada tingkat sedang yang aman bagi serat rambut.
14. Rawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Lepek
Volume rambut yang indah, mekar natural, dan bertahan lama sejatinya berakar dari kondisi fisik rambut dan kulit kepala yang sehat terawat. Rambut yang terhidrasi dengan seimbang dari dalam akan memiliki kekuatan folikel yang prima untuk menopang ketebalan helaiannya sendiri tanpa mudah patah atau lepek.
Nutrisi rambut Anda dari dalam dengan mengonsumsi air putih secara cukup setidaknya dua liter per hari. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan protein, asam lemak omega-3, biotin, zinc, serta vitamin B kompleks seperti telur, ikan salmon, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Selain itu, lakukan perawatan eksfoliasi kulit kepala (scalp scrub) seminggu sekali untuk membuang penumpukan sel kulit mati dan sisa produk yang tersumbat di pori-pori. Kulit kepala yang bersih dan sehat akan menumbuhkan serat rambut baru yang lebih tebal, kuat, dan bervolume.
15. Lakukan Styling Secara Konsisten untuk Hasil yang Lebih Maksimal
Mengubah kebiasaan rambut yang semula selalu tampak lepek dan memipih menjadi senantiasa bervolume serta rapi memerlukan proses latihan dan konsistensi harian. Bentukan akar rambut membutuhkan waktu adaptasi untuk terbiasa berdiri mengarah ke elevasi yang baru.
Lakukan rutinitas penataan bervolume ini secara disiplin setiap kali selesai mandi pagi. Jangan mudah menyerah jika pada percobaan awal volume rambut Anda masih terasa cepat runtuh. Seiring berjalannya waktu, penguasaan Anda terhadap kombinasi teknik blow-dry, takaran produk pre-styling, serta pemakaian clay akan makin presisi. Latihan yang konsisten akan membuahkan hasil akhir berupa tampilan mahkota kepala yang selalu terlihat tebal, segar, bervolume, dan siap menyempurnakan rasa percaya diri Anda sepanjang hari.















