15 Cara Membuat Rambut Klimis agar Rapi dan Tahan Lama

Giovani Barbershop
  • 14 Agustus 2026
  • 10:00
Cara Membuat Rambut Klimis

Gaya rambut klimis atau yang sering dikenal dengan istilah slick look merupakan salah satu gaya penataan rambut pria klasik yang tidak pernah legkang oleh waktu. Tampilan ini memancarkan kesan yang sangat rapi, elegan, berwibawa, serta penuh dengan rasa percaya diri. Sejak era emas pertengahan abad ke-20 hingga era modern saat ini, tatanan rambut klimis selalu menjadi pilihan utama bagi para pria yang ingin tampil memikat pada berbagai acara formal, pertemuan bisnis, pernikahan, maupun aktivitas harian di lingkungan profesional.

Karakteristik utama dari gaya rambut klimis terletak pada kerapian alurnya yang presisi, alur sisiran yang tegas, serta pantulan kilap (shine) yang menawan pada seluruh permukaan helaian rambut. Gaya ini umumnya diasosiasikan dengan model pemotongan klasik seperti slicked back, side part (belah samping), classic pompadour, hingga executive contour. Menghasilkan tampilan klimis yang bertahan dari pagi hingga malam hari membutuhkan pemahaman mengenai teknik penataan yang benar, pemilihan produk yang pas, serta persiapan rambut yang tepat.

Banyak pria mengalami kendala saat mencoba menciptakan gaya ini di rumah. Permasalahan yang sering timbul antara lain rambut yang cepat lepek, helai rambut liar yang mudah lepas, rasa lengket yang mengganggu, hingga efek kilap yang tampak kusam atau berminyak tidak sehat. Kegagalan tersebut umumnya dipicu oleh penggunaan produk penata gaya yang asal-asalan serta teknik penyisiran yang keliru. Artikel komprehensif ini hadir untuk mengulas secara tuntas lima belas panduan terperinci mengenai cara membuat rambut klimis agar terlihat rapi, mengkilap sempurna, dan tahan lama sepanjang hari.

Cara Membuat Rambut Klimis

Menciptakan gaya rambut klimis yang presisi dan tahan lama memerlukan kombinasi antara persiapan kebersihan, teknik pembauran produk, penggunaan alat pembentuk, hingga pembersihan yang tuntas. Berikut adalah panduan terstruktur yang wajib Anda terapkan dalam rutinitas penataan harian.

1. Cuci Rambut Sebelum Styling

Langkah paling awal dan sangat krusial sebelum mengoleskan produk penata gaya adalah memastikan bahwa kulit kepala serta seluruh helaian rambut Anda berada dalam kondisi sangat bersih. Menumpuk produk penata gaya di atas rambut yang kotor, berminyak, atau penuh sisa pomade dari hari sebelumnya merupakan kesalahan besar. Minyak alami dan kotoran terikat akan menghalangi formulasi produk baru untuk melekat secara optimal, sehingga tatanan rambut menjadi cepat rontok, terasa sangat berat, dan memicu bau tidak sedap.

Keramaslah menggunakan pembersih sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala Anda untuk mengangkat seluruh penumpukan sebum dan kotoran. Usapkan pembersih secara lembut sambil memijat area kulit kepala agar aliran darah lancar. Setelah dibilas bersih, aplikasikan krim pelembap (conditioner) pada bagian batang hingga ujung rambut. Pelembap berfungsi merapatkan kembali celah kutikula rambut serta menjadikan tekstur helaiannya lebih halus dan elastis. Rambut yang bersih dan fleksibel akan sangat mudah diatur dan disisir rapat tanpa memicu rasa sakit atau tarikan pada akar.

2. Keringkan Rambut hingga Setengah Kering

Kondisi kebasahan rambut saat produk penata gaya dioleskan sangat menentukan tingkat kilat dan kelicinan tatanan akhir Anda. Mengoleskan produk penata gaya klimis seperti pomade pada rambut yang masih basah kuyup akan membuat formulasi produk menjadi terlalu encer karena bercampur air. Hal tersebut menyebabkan daya rekat produk menurun drastis dan tatanan rambut menjadi cepat runtuh saat air menguap. Sebaliknya, mengoleskannya pada rambut yang seratus persen kering akan membuat proses penyisiran terasa sangat kaku, sulit diratakan, dan rawan mencabut helaian rambut.

Gunakan handuk bertekstur halus berbahan serat mikro (microfiber) untuk menyerap kelebihan air setelah keramas secara perlahan. Keringkan rambut dengan cara menepuk-nepuk atau menekan-nekan handuk pada seluruh area kepala tanpa menggosoknya secara kasar. Lanjutkan proses penataan saat rambut sudah berada pada tingkat kelembapan ideal, yaitu sekitar lima puluh persen kering (damp hair). Kondisi rambut yang setengah lembap ini memberikan kelincahan ekstra bagi produk bertekstur pekat untuk meluncur mulus dari akar hingga ke ujung, sekaligus mengunci pantulan kilap secara maksimal saat mengering.

3. Tentukan Arah dan Model Rambut

Sebelum menyentuhkan produk penata gaya ke kepala, Anda wajib menentukan arah alur dan model potongan rambut klimis yang ingin dibentuk. Perhatikan garis belahan alami rambut Anda (hair whorl/cowlick) yang biasanya terletak di area mahkota belakang kepala. Mengikuti alur pertumbuhan alami rambut akan membuat tatanan klimis menjadi jauh lebih kokoh, rapi, dan tidak mudah membangkang sepanjang hari.

Beberapa model gaya rambut klimis populer yang dapat Anda pilih antara lain:

  • Classic Side Part (Belah Samping): Rambut dibagi menjadi dua bagian berdasarkan garis belahan alami di atas pelipis, lalu disisir rapi ke arah samping dan belakang. Sangat cocok untuk kesan formal dan profesional.
  • Slicked Back (Sisir Belakang): Seluruh bagian rambut atas dan samping disisir lurus mengalir ke arah belakang tanpa belahan. Memberikan tampilan yang berani, maskulin, dan sangat rapi.
  • Executive Pompadour: Rambut bagian depan (poni) diangkat membentuk volume melengkung yang tinggi sebelum disapu ke arah belakang dengan kilap yang halus. Ideal untuk menghadiri acara-acara spesial.

4. Gunakan Pomade atau Produk Styling dengan Efek Kilap

Kunci utama dari tampilan rambut klimis terletak pada pemilihan jenis produk penata gaya yang tepat. Produk dengan hasil akhir kusam (matte finish) seperti hair clay atau powder tidak akan bisa menghasilkan gaya klimis. Anda memerlukan produk penata gaya khusus yang diformulasikan untuk memberikan tingkat daya genggam (hold) serta hasil akhir yang mengkilap (shine finish).

Dua kategori produk utama yang sangat direkomendasikan untuk gaya klimis adalah:

  • Water-Based Pomade (Pomade Berbahan Dasar Air): Sangat praktis digunakan, memberikan daya rekat kuat, tingkat kilap sedang hingga tinggi, serta sangat mudah dibersihkan hanya dengan sekali bilasan air. Sangat cocok untuk penggunaan harian dan pria yang tidak menyukai rasa lengket berlebih.
  • Oil-Based Pomade (Pomade Berbahan Dasar Minyak): Mengandung campuran minyak alami dan lilin (beeswax), memberikan daya rekat yang sangat kokoh, tingkat kilap yang tinggi dan tahan lama, serta tidak akan kering mengeras. Produk ini memungkinkan Anda untuk menyisir ulang (re-comb) tatanan rambut kapan saja sepanjang hari, meskipun memerlukan proses keramas ekstra untuk membersihkannya.

5. Ambil Produk Secukupnya

Kedisiplinan dalam mengontrol takaran pemakaian produk merupakan rahasia penting untuk mendapatkan tampilan klimis yang elegan tanpa terkesan kotor. Banyak pria keliru menganggap bahwa semakin banyak produk yang dioleskan, maka rambut akan terlihat semakin rapi dan klimis. Kenyataannya, memulaskan produk secara berlebihan hanya akan membuat rambut terasa sangat berat, lengket, dan tampak berminyak lepek secara tidak sehat.

Gunakan takaran awal yang sangat terbatas, yaitu seukuran biji jagung atau seujung ruas jari telunjuk bagi pria berambut pendek hingga sedang. Pria yang memiliki helaian rambut lebih panjang atau sangat tebal dapat mengawalinya seukuran buah elang (hazelnut). Prinsip mendasar dalam menata rambut klimis adalah selalu mengawali dari porsi kecil. Menambahkan sedikit produk secara bertahap jauh lebih aman dilakukan daripada harus membilas ulang seluruh kepala akibat kelebihan produk yang terlanjur menggumpal.

Baca Juga: 15 Cara Membuat Rambut Bervolume dengan Mudah di Rumah

6. Ratakan Produk di Telapak Tangan

Sebelum dioleskan ke atas kepala, produk penata gaya klimis wajib melalui proses pelelehan dan pemerataan (emulsification) di telapak tangan Anda. Mengoleskan pomade secara langsung dari kemasan ke atas rambut tanpa diratakan terlebih dahulu akan menyebabkan tumpukan produk mengendap di satu titik, yang sangat sulit diratakan dan merusak kerapian garis sisiran.

Letakkan coakan produk tepat di tengah telapak tangan. Selanjutnya, gosokkan kedua telapak tangan serta sela-sela jari Anda secara berulang dengan memberikan sedikit penekanan selama sepuluh hingga lima belas detik. Panas alami dari gesekan telapak tangan akan melunakkan konsistensi pomade yang padat, mengubahnya menjadi lapisan minyak atau krim kental yang licin dan transparan. Pastikan seluruh permukaan telapak tangan dan sela-sela jemari terlapisi produk secara merata sebelum tangan Anda mulai menyentuh rambut.

7. Aplikasikan Produk dari Bagian Belakang Rambut

Arah pergerakan tangan saat mendistribusikan produk memegang peranan krusial dalam menciptakan keseimbangan bobot tatanan. Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menempelkan tangan yang penuh dengan produk pekat langsung pada bagian dahi atau poni depan. Langkah keliru tersebut membuat konsentrasi produk terbesar menumpuk di area depan, sehingga poni menjadi terlalu berat, berminyak, dan runtuh menutup dahi.

Urutan pergerakan tangan yang benar adalah mengawali usapan dari area belakang kepala (occipital) serta area mahkota (crown). Usapkan jemari yang sudah terlapisi produk secara merata mulai dari bagian akar hingga ujung rambut belakang dengan gerakan mengacak atau menyapu perlahan ke atas. Setelah produk terbagi merata di area belakang dan samping, lanjutkan gerakan tangan menuju ke area atas kepala, dan akhiri pada bagian poni depan. Melalui metode distribusi ini, area poni hanya menerima sisa takaran produk yang paling pas dan ringan, sehingga mudah diangkat dan dibentuk klimis bervolume.

8. Sisir Rambut Mengikuti Arah yang Diinginkan

Setelah produk terdistribusi secara menyeluruh dari bagian dalam hingga luar rambut, saatnya melakukan pembentukan jalur alur klimis menggunakan alat bantu sisir. Alat yang paling tepat untuk gaya ini adalah sisir saku bergigi rapat (fine-tooth comb) atau sisir gaya klasik bertekstur kokoh. Sisir bergigi rapat bekerja merapikan setiap helaian rambut, merapatkannya satu sama lain, serta menciptakan garis-garis alur sisiran yang sangat halus dan presisi.

Tancapkan gigi sisir secara mantap hingga menyentuh kulit kepala, lalu tarik sisir secara perlahan dan tegas mengikuti garis arah model rambut yang telah ditentukan sejak awal. Jika Anda menginginkan gaya side part, buatlah garis belahan yang lurus dari atas pelipis menggunakan ujung gagang sisir, lalu sisir bagian yang tebal ke arah samping-belakang dan bagian yang tipis ke arah bawah. Usahakan untuk menyisir dalam satu gerakan mengalir yang tenang agar helaian rambut saling mengunci secara rapat dan rapi.

9. Tambahkan Produk Secara Bertahap

Evaluasi kerapian, daya rekat, serta tingkat kilap tatanan rambut Anda setelah langkah penyisiran awal selesai dikerjakan. Jika Anda melihat masih terdapat helaian rambut liar (flyaways) yang mencuat keluar, area yang kurang mengkilap, atau daya rekat yang dirasa kurang kokoh, Anda diperbolehkan untuk menambah takaran produk dalam porsi yang sangat terbatas (layering).

Ambil pomade kembali dalam jumlah sangat sedikit, seukuran ujung korek api atau sebutir kacang hijau. Ulangi proses pelelehan di telapak tangan hingga melunak sempurna sebelum dioleskan secara spesifik pada area rambut yang membutuhkan daya rekat atau kilap ekstra, seperti area samping di atas telinga atau ujung poni. Penambahan secara sedikit demi sedikit ini memberikan Anda kendali penuh atas kerapian tatanan tanpa risiko membebani rambut secara berlebihan.

10. Gunakan Hair Dryer untuk Membantu Membentuk Rambut

Meskipun pomade sudah memberikan daya genggam dan kilap, penggunaan alat pengering rambut (hair dryer) dapat dimanfaatkan sebagai rahasia tingkat lanjut untuk menciptakan gaya klimis yang jauh lebih kokoh, tinggi, dan bertahan seharian. Pengering rambut membantu melunakkan formulasi pomade sekaligus mengunci struktur ikatan rambut ke posisi yang presisi.

Jika Anda menginginkan gaya klimis bervolume seperti executive pompadour, gunakan hair dryer berudara hangat sembari menyisir rambut poni depan ke arah atas dan belakang. Hembusan udara hangat akan meregangkan ikatan rambut dan menyatukannya dengan pomade. Setelah bentuk dan ketinggian yang diinginkan tercapai, segera tekan tombol angin dingin (cool shot) selama sepuluh detik. Hembusan angin dingin akan membekukan ikatan pomade dan merapatkan kembali kutikula rambut, sehingga bentuk klimis bervolume tersebut terkunci secara permanen dan tahan terhadap guncangan.

11. Rapikan Bagian Samping dan Belakang Rambut

Kerapian gaya rambut klimis tidak hanya diukur dari tampilan depan semata, melainkan dari keselarasan seluruh sudut kepala, termasuk area samping di atas telinga dan area belakang tengkuk. Helaian rambut samping yang berdiri mencuat atau area belakang yang berantakan akan merusak estetika klimis secara keseluruhan.

Gunakan sisir bergigi rapat untuk menempelkan dan menyapu rambut bagian samping rapat-rapat mengalir ke arah belakang (slicked down). Tekan bagian samping menggunakan telapak tangan yang masih menyisakan sedikit residu pomade untuk memastikan seluruh helai rambut menempel rata mengikuti kontur kepala. Periksa pula kerapian area belakang menggunakan cermin lipat atau bantuan cermin ganda. Pastikan seluruh rambut belakang menyatu rapi mengalir ke bawah menuju batas tengkuk tanpa ada simpul yang menyilang.

12. Kunci Gaya Rambut agar Tetap Klimis

Bagi Anda yang memiliki jadwal aktivitas luar ruangan yang sangat padat, harus menembus cuaca panas lembap, atau mengendarai sepeda motor dengan helm, memberikan lapisan pengunci tambahan adalah langkah antisipasi yang sangat bijak. Hair spray jenis firm hold atau shine spray dapat dimanfaatkan untuk menyegel permukaan tatanan klimis agar tidak bergeser sedikit pun.

Semprotkan cairan hair spray secara merata dari jarak yang cukup jauh, yaitu sekitar dua puluh hingga tiga puluh sentimeter dari permukaan kepala. Pilih produk hair spray berbulir halus (micro-fine mist) yang memberikan hasil akhir mengkilap. Jarak semprotan yang pas akan menyebarkan partikel pengunci secara halus di atas lapisan pomade tanpa merusak alur sisiran yang telah dibentuk, sekaligus memberikan perlindungan dari hembusan angin kencang.

13. Hindari Menggunakan Produk Styling Secara Berlebihan

Menjaga kontrol takaran produk merupakan kunci utama untuk mempertahankan kesehatan tekstur rambut sekaligus keindahan visual gaya klimis. Pemakaian produk penata gaya secara berlebihan tidak hanya membuat penampilan terlihat lepek dan kusam, tetapi juga berpotensi merusak kondisi kesehatan kulit kepala Anda.

Penumpukan sisa lilin, minyak pekat, atau polimer sintetis yang terlalu tebal dapat menyumbat pori-pori folikel kulit kepala. Jika bercampur dengan keringat harian dan debu polusi, kondisi tersebut akan memicu timbulnya rasa gatal yang mengganggu, ketombe, hingga peradangan akar yang berpotensi menyebabkan kerontokan. Selalu pastikan jumlah produk yang menempel pada rambut Anda berada pada takaran efisien yang cukup untuk mengontrol kerapian tanpa menyiksa kulit kepala.

14. Bersihkan Produk dari Rambut Setelah Digunakan

Sehebat apa pun tatanan rambut klimis yang Anda pamerkan sepanjang hari, membersihkan seluruh sisa produk penata gaya pada malam hari sebelum beristirahat tidur adalah kewajiban yang sangat penting. Membiarkan sisa pomade mengendap di kepala saat tidur dapat merusak jaringan kutikula rambut, mengotori sarung bantal, serta memicu timbulnya jerawat di area dahi dan sekitar garis rambut.

Jika Anda menggunakan water-based pomade, proses pembersihan sangat mudah dilakukan cukup dengan keramas menggunakan air hangat dan sampo biasa. Namun, jika Anda menggunakan oil-based pomade yang pekat, lakukan teknik pelarutan khusus terlebih dahulu. Aplikasikan krim pelembap (conditioner) pada rambut yang Kering sebelum mandi, pijat secara merata selama dua menit untuk melarutkan ikatan minyak dan lilin keras, lalu bilas dengan air hangat. Setelah lapisan minyak terurai oleh conditioner, lanjutkan keramas menggunakan sampo hingga kepala terasa sangat bersih, segar, dan bebas dari rasa licin.

15. Pilih Produk Styling Sesuai Jenis Rambut dan Hasil yang Diinginkan

Efektivitas pemakaian produk penata gaya sangat bergantung pada kejelian Anda dalam menyeleksi varian produk yang paling sesuai dengan karakteristik rambut serta kebutuhan gaya harian Anda. Karakter rambut yang berbeda membutuhkan kombinasi daya rekat (hold) dan tingkat kilap (shine) yang spesifik.

Berikut adalah panduan ringkas dalam memilih produk penata gaya klimis yang tepat:

  • Rambut Lurus dan Tipis: Gunakan water-based pomade bertekstur ringan hingga sedang (medium hold, high shine). Produk ini memberikan kilap yang menawan tanpa membebani helaian rambut halus agar tidak lepek.
  • Rambut Tebal, Kasar, atau Gelombang: Gunakan heavy hold water-based pomade atau oil-based pomade. Varian ini memiliki konsentrasi daya rekat yang kuat untuk menundukkan serat rambut kaku agar tetap menempel rapi mengikuti alur sisiran.
  • Aktivitas Dalam Ruangan (Kantor/Acara Resmi): Pilihlah water-based pomade dengan aroma segar yang memberikan tampilan klimis rapi dan mudah dibersihkan usai bekerja.
  • Aktivitas Luar Ruangan (Turing/Olahraga/Konser): Pilihlah oil-based pomade atau hybrid pomade yang tahan terhadap keringat dan air hujan, sehingga rambut dapat dengan mudah disisir ulang kapan saja.
Bagikan Artikel:
Outlet Giovani Barbershop
Giovani Barbershop Karya

GIOVANI Barbershop Karya

Jl. Karya No.103C, Sei Agul, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20117
📍Kunjungi Maps
Giovani Hm Joni

GIOVANI Barbershop HM. Joni

Jl. HM. Joni No.48B, Teladan Tim., Kec. Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara 20217
📍Kunjungi Maps
Giovani Utama

GIOVANI Barbershop Amal

Jl. Amal No.44B, Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20127
📍Kunjungi Maps
Giovani Cabang Johor

GIOVANI Barbershop Johor

No. 15L, Jl. Karya Wisata, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara
📍Kunjungi Maps
Giovani Krakatau

GIOVANI Barbershop Krakatau

No. 36H, Jl. Pasar III, Glugur Darat I, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20236
📍Kunjungi Maps